Eko Witjaksono,S.IP : Sosialisasikan Kartu Indonesia Pintar di Jakarta Timur

0
127
Eko Witjaksono,S.IP

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Koordinator Rumah Aspirasi Wiryanti Sukamdani yang juga pengurus DPC PDIP Jaktim, Eko Wicaksono, bahwa Rumas Aspirasi terus melakukan sosialisasi turun membantu masyatakat”, ujarnya saat ditemui di Rumah Aspirasi Wiryanti Sukamdani Duren Sawit Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2/2019).

Eko melanjutkan Rumas Aspirasi Wiryanti Sukamdani juga terus membantu warga yang tidak mampu untuk memperoleh bantuan dana beasiswa pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar, agar anak-anak tetap sekolah hingga SMA/K.¬†“Program Indonesia Pintar yang direncanakan pak Jokowi dalam rangka mengurangi angka putus sekolah yang cukup tinggi, jadi salah satu cara mengurangi penyebab angka putus sekolah.Anak putus sekolah karena kemampuan ekonomi orang tua maka diadakanlah program Indonesia Pintar ini di harapkan agar anak yang putus sekolah kembali bersekolah yang kurang biaya untuk prestasinya bisa ditingkatkan lagi”, kata Eko Witjaksono,S.IP Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur.

Kesempatan belajar itu bukan milik orang kaya orang yang tidak punya pun wajib memiliki pendidikan yang layak. Sesuai UUD 45 atas dasar itu setiap anggota DPR , Elemen masyarakat dan Dinas pendidikan pun wajib mensosialisasikan program ini. Di Rumah Aspirasi Ibu Wiryanti Sukamdani yanng  kebetulan beliau anggota komisi X sangat dekat dengan program pendidikan jadi keinginan beliu bahwa program ini harus diserap di daerah pemilihannya Jakarta Timur agar kesempatan atau pun menyelamatkan angka putus sekolah ini bisa diwujudkan di Jakarta Timur.
Program ni sudah berlangsung kurang lebih 4 tahun dan ini sudah memasuki tahun ke 5, tetap digulirkan setiap tahun kami sosialisasikan, animo masyarakat menerima”, terang Eko Witjaksono yang Caleg DPRD Prov DKI Dapil 6 ¬†(Makassar,Cipayung,Ciracas,Pasar Rebo).

Warga Jakarta Timur baik yang sekolah di Negeri maupun Swasta, untuk mendapatkan Kartu Indonesia pintar (KIP)harus sesuai mekanisme mengisi formulir dulu dan ada verifikasi dari sekolah selanjutnya data dibawa ke Kementerian pendidikan”, pungkas Eko Wijaksono . (Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here