Kongkow Smart Citizen Memperkenalkan Perlunya Mendaftarkan Data Pribadi

0
67

Paperjakarta.co.id,Jakara – Kongkow Smart Citizen, atau pertemuan warga cerdas, bertempat di Gedung E Kementerian Dalam Negeri Jl.Pasar Minggu Jakarta Selatan,Rabu (19/12/2018).
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan perlunya mendaftarkan data pribadi kepada pemerintah yang berada di bawah Kementerian Penduduk dan Unit Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil).

“Ini adalah bagian dari upaya negara untuk melakukan sinkronisasi data pribadi populasi dari berbagai lembaga seperti Bank Sentral dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK”, kata Liza Tanari, ketua panitia.

Dihadiri oleh beberapa pembicara dari berbagai latar belakang, pembuat undang-undang,influencer publik, dan pejabat pemerintah terkait.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh
pada kesempatannya menyampaikan “saat ini dunia ada dalam genggaman, maka tatakelola kita harus diubah, untuk itu perlu memanfaatkan media sosial agar kita dapat menyampaikan informasi dengan menyebar sehingga banyak orang akan mengetahuinya”, kata Zudan Arif.

Kita ketahui bersama informasi saat ini kian pesat, kemudian informasi selain mudah diakses juga cepat disajikan.
“Setiap subyek harus tergambar /terekam dalam data digital dengan benar dan jelas. Setiap subjek harus memili identitas yang menggambarkan dirinya. Kita sudah miliki UU ITE, maka data diri dapat kita gunakan dengan tepat dengan koridor hukum yang ada,” tegas Zudan Arif

.

Zudan Arif menambahkan bahwa, ada pantun dari Sumatera Barat. Makna dari pantun ini adalah data perseorangan menjadi sandaran. Artinya data pribadi basisnya didalam data KTP elektronik. Nomer Induk Kependudukan (NIK) adalah single identity number. NIK akan menjadi konektifitas semua urusan penduduk apakah nomer basisnya didalam data KTP elektronik. Nomer Induk Kependudukan (NIK) adalah single identity number. NIK akan menjadi konektifitas semua urusan penduduk apakah nomer perbankan, SIM, Akte, Paspor, Kepemilikan Kendaraan,dan lain lain.

Dalam memanfaatkan data kependududkan, harus Scure, Smart, dan Speed. Data harus aman, dan dimanfaatkan dengan smart, outputnya cepat,” pungkas Zudan Arif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here