Diskusi Skema Pendanaan Pembangunan dan Prasarana Transportasi Laut

0
12

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan menggelar Focus Group Discussion Workshop dengan tema “Skema Pendanaan Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi Laut dan Penyeberangan” acara dilaksanakan di Hotel Alila, Jl. Pecenongan Kav 7-17 Gambir Jakarta Pusat. Kamis (6/12/2018).

Sebagai pembicara Drs. Sunarto, MM, Peneliti Madya Badan Litbang Perhubungan, topik ” Identifikasi Model Skema Pendanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi Laut dan Penyeberangan”, Vicky Hidajat Effendy, SE., MM topik : “Skema Pendanaan Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi Laut dan Penyeberangan. Sugihardjo selaku Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan, Perhubungan, Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Direktur Prasarana Ditjen Perhubungan Darat, Dr. Agus Edy Susilo, Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan.

Sugihardjo (Kepala Badan Litbang Perhubungan) mengatakan kepada awak media,”Focus Group Discussion kali ini adalah tentang Skema pendanaan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut dan penyebrangan kalau kita bicara prasarana itu untuk pelabuhan laut atau penyebrangan dan untuk sarana berarti kapalnya.”kata Sugihardjo.

Skema pendanaan itu ada dua yang berkaitan dengan investasi atau kerjasama dan kedua adalah berkaitan dengan biaya operasional. Prasarana yang dikaji oleh litbang ada 17 pelabuhan. Dari 17 pelabuhan ada 6 pelabuhan potensial untuk dikembangkan dan dikerjasamakan. Apakah dalam bentuk BLU atau KPBU, dari 6 ada 3 yang prioritas yaitu Nabire, Luwu dan Carocok 3 prioritas untuk dikembangkan.

Sugihardjo menambahkan “Kita harus mencari terobosan untuk melakukan kreatif skema pendanaan alternatif karena kwuangan uang negara terbatas, sehingga untuk layanan- layanan ataupun fasilitas yang sudah layak secara ekonomi yang kita alokasikan untuk membangun didaerah lain sehingga anggaran bisa dialokasikan didaerah yang tidak mempunyai margine secara bisnis dan dialihkan ketempat lain.”pungkas Sugihardjo.

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here