Komite Pemuda Indonesia”Deklarasi Kebangsaan Pancasla Yes Khilafah No”

0
74

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Komite Pemuda Mahasiswa Indonesi yang peduli dengan keadaan yang terjadi diIndonesia menyelenggarakan Deklarasi Kebangsaan dengan tema “Pancasila Yes Khilafah No.
Dihadiri oleh Koordinator Komite Pemuda Mahasiswa Indonesia Abdul Tatuh Sowakil, Daud Sekertaris dan para anggota KPI.

Aktualisasi nilai Pancasila sebagai IDEOLOGI Negara dan Mendukung netralitas POLRI dalam meweujudkan PEMILU damai 2019 Dasar Hukum

1. Sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan UUD 1945 sebagai UndangUndang Dasar yang sah sebagai landasan konstitusionil negara Republik Indonesia. Di dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 ditegaskan bahwa pembentukan pemerintahan negara Indonesia dilandasi oleh Pancasila.

2. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menegaskan berlakunya kembali UUD 1945 yang berarti Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara dan ideologi negara.

3. Instruksi Presiden No. 1.1 Tahun 1968 menegaskan tentang rumusan Pancasila yang benar dan sah yang berarti Pancasila ditegaskan sebagai dasarnegara dan ideologi negara.

4. Ketetapan MPR No. XVIII/MPR/l998 tentang pencabutan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/l 978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. (Eka Prasetya Pancakarsa). Kemudian tentang penegasan Pancasila sebagai dasar negara dinyatakan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang bediri atas perjuangan seluruh rakyat indonesia dengan berbagai suku,budaya agamaadat istiadat dan lata belakang yang berbedah dengan penuh totalitas berjuang, berkorban dengan tumpah darah, berjuang tanpa henti untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan yang diikat oleh parah fanding father kita dalam satu semangat kebehinakkan, dan untuk menjaga semangat itu ditatapkanlah sebuah idiologi sebagai representasi dari seluruh masyarakat indonesia yang beragam kemudian ditetapkanlah pancasila sebagai ideologi negara untuk menagkal segala bentuk propaganda idiologi ekstrim yang berusaha sekuat tenaga memecah belah persatuan indonesia seperti, idiologi komunisme, impaliseme, sosialisme, kapitaliseme dan idiologi ekstrim lain apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi yang semakin memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dengan masyarakat luar, masuknya paham, nilai, pandangan, doktrin yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia masuk tanpa adanya filter. Belum lagi, masa lalu kelam Bangsa Indonesia, yakni rongrongan paham-paham komunis yang juga ternyata pada saat ini masih tumbuh subur di masyarakat”,ujar Daud

Yang dikhawatirkan paham-paham ini tidak kemudian menampakkan dirinya ke permukaan, akan tetapi mereka melakukan operasi-operasi bawah tanah yang tertutup, masuk dalam sistem dan suatu saat dengan kekuatan penuh mereka akan menampakkan dirinya. Hal ini juga harus mendapatkan perhatian serius oleh semua elemen masyarakat. Apalagi saai ini memasuki tahun politik sehingga apa saja bisa di poles oleh aktor-aktor politik untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Pada saat ini indonesia berada di babak baru dalam misi untuk memecah belah dan merongrong kekokohan persatuan masyarakat melalui tendensi agama, dimulai dengan upaya membenturkan ummat islam dengan pemerintah atau negara dengan dosis beupaya untuk mengubah Idiologi negara dan sistem negara menjadi negara kekhilafaan atau negara yang menganut sistem kehilafaan. gerakan ini murni bukanlah gerakan dari hati nurani ummat islam, karna jelas bahwa ummat islam adalah ummat yang cinta akan kedamain akan tetapi ada oknum yang berkepentingan yang ingin merusak citra islam dan merusak kekokohan persatuan indonesia kama indonesia negara yang dikenal sebagai negara yang paling kuat semagat persatuanya dibanding dengan negara-negara lain yang malah jadi individualistik”,kata Daud.

Maka yang dibutuhkan indonesi pada saat ini bukanlah dengan mengubah sistem indonesia menjadi khilafah akan tetapi tinggal masalahnya, bagaimana memperdalam pemahaman, penghayatan, dan kepercayaan akan keutamaan nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila Pancasila dan kesalingterkaitannya satu sama lain, untuk kemudian diamalkan secara konsisten di segala lapis dan bidang kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga dipelukan adanya aktualisasi mendalam nilai pancasilaProses aktualisasi itu dimaksudkan untuk membuat Pancasila menjadi lebih operasional dalam kehidupan dan ketatanegaraan, sanggup memenuhi kebutuhan praktis atau pragmatis dan bersifat fungsional. Pemikiran-pemikiran lain yang bersifat absn’aksi-filosoiis juga bukan tanpa makna. Tetapi pemikiran yang bersifat abstraksi-filosofis menjadi lebih bermakna sejauh diberi kaki operasionalisasinya agar bisa menyejarah dan memiliki makna bagi kehidupan kemanusian dalam konteks negara-bangsa Indonesia. Untuk itu kami komite Pemudah-mahasiswa Indonesia menyatakan sikap

]. Menolak keras khilafah dan faham-faham ektrim lain 2. Mendesak pemerintah agar segera mengaktualisasikan Nilai-nilai pancasilah secara utuh agar bisa dirasakan oleh seluruh rakyat indonesia terutama sila ke-2 dan sila ke 5 3. Meminta kepada seluruh masyarakat indonesia untuk cerdas dalam menkomsumsi isu-isu dan informasi terutama informasi atau isu yang di peroleh dari media-media sosial yang tidak jelas validasinya 4. Meminta agar aktor-aktor elit politik tidak menjadikan islam sebagai tunggangan politik untuk pemilu 2019
5. Meminta kepada seluruh rakyat indonesia terutama ummat islamagar tidak ikut terprofokasi oleh isu-isu perubahan sistem negara menjadi negara karena terindikasi sebagi upaya oknum untuk memecah belah persatuan sehingga mudah untuk disususupi.
6. Meminta kepada Kepolisian RI untuk tegas menindak oknum-oknum yang menyebar hoax di media sosial
7. Mendukung penuh POLRI dalam memberantas oknum-oknum yang melakukan aksi makar kepada negara termasuk upaya untuk ā€¯mengganti ideologi dan sistem Negara
8.Mendukung Netralitas POLRI dalam mewujudkan Pemilu damai 2019″, pungkas Daud.

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here