Kongres Nasional Kompoten

0
32

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Gerakan Nasional Indonesia Kompoten (GNIK) menyelenggarakan
Kongres Nasional Indonesia Kompeten di Hotel Bidakara Jakarta Rabu (21/11).

Ketua Dewan Pengarah Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Yunus Triyonggo menyampaikan tiga tujuan utama yang menjadi fokus dari Kongres Nasional Indonesia Kompeten bertema “Transformasi Ketenagakerjaan Indonesia Menyongsong Era Industri 4.0″.

Tiga hal yang menjadi tujuan dari kongres tersebut adalah dapat merumuskan industry transformation strategy, job future map dan manpower planning.

Tiga hal itu penting dirumuskan untuk menjawab tantangan transformasi tenaga kerja akibat revolusi industri. Transformasi itu berkaitan erat dengan disrupsi teknologi. Kita sudah melakukan FGD tiga kali,dan akan melanjutkan dua kali lagi,sudah ada draft bagaimana industri transformation seperti apa, job future. Kemudian terakhir manpower planning nya. Sehingga penyiapan tenaga kerjanya seperti apa,” ujar Yunus.

Ada 12 sektor industri prioritas pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Yunus menuturkan bahwa telah dikerucutkan menjadi beberapa sektor utama saja yang menjadi prioritas. Yakni sektor makanan minuman, manufaktur yang fokusnya pada otomotif, tekstil dan apparel serta sektor Kimia.Sektor-sektor tersebut telah dipetakan hasilnya menyebutkan bahwa pertumbuhannya cepat. Selain itu sektor tersebut memberi kontribusi yang besar pada PDB.

Pemerintah dan dunia industri di Indonesia harus bekerja sama dalam mengantisipasi Revolusi Industri 4.0 yang memberi banyak tantangan pada transformasi ketenagakerjaan, kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Khairul Anwar,saat membuka Kongres.

Tantangan transformasi ketenagakerjaan mencakup pada tantangan transformasi keterampilan, tantangan transformasi pekerjaan dan tantangan transformasi masyarakat.

Akses peningkatan kompetensi yang massif serta kehadiran negara melalui jaminan sosial yang mampu melindungi pekerjaan dan pendapatan warga negaranya menjadi sangat krusial dalam menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini,” kata Anwar.

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here