Perlunya Kerjasama Di Kalangan Kampus Akan Meningkatkan Keberhasilan Insvestasi SDM

0
31

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Seminar Revolusi Industri 4.0 yang di gelar oleh Lembaga Pendidikan Industri di Hotel Royal Kuningan Jakarta,Senin (19/11/2018).

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri sebagai Keynote Speaker mengatakan menotivasi kalangan civitas akademika atau lembaga pendidikan agar dapat bersinergi dengan industri/dunia usaha dalam menghadapi tantangan dan peluang menyambut revolusi industri 4.0. Perlunya kerjasama di kalangan kampus dengan partisipasi maka akan meningkatkan keberhasilan investasi SDM yang berhasil,”ujar Menteri Hanif Dhakiri.

Hanif menambahkan Seminar hubungan industrial kompetensi lulusan politeknik di era revolusi industri 4.0 bertema “Revolusi Industri 4.0 Indonesia harus siap untuk peluang dan tantangan khususnya di bidang ketenagakerjaan”, Ini yang Harus dipahami Generasi Muda untuk Hadapi Ekonomi Digital.Dengan dijadikannya tingkat pendidikan sebagai salah satu indikator bagi pekerja yang ikut bersaing untuk memperoleh kesempatan bekerja, maka kualitas tenaga kerja Indonesia masih perlu diperbaiki. Salah satu upaya menguatkan peran strategis dari lembaga pendidikan yakni “melalui pembelajaran langsung (live education) sehingga dapat meningkatkan kompetensi serta sinergitas dan kolaborasi dengan dunia industri”, jelas Hanif.

Saat ini Kementerian Tenaga Kerja sedang merumuskan grand design pelatihan advokasi nasional sebagai langkah strategis persiapan SDM Indonesia di era revolusi industri 4.0 dengan melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan pembaharuan sertifikasi kompetensi.
Kepada semua pihak yang berkepentingan untuk bisa memanfaatkan momentum revolusi industri ini untuk bergerak bersama menciptakan harmonisasi dalam membangun hubungan industrial yang kondusif, dan mengajak pelaku dunia usaha mengundang pelaku dunia usaha lainnya agar dapat terus membaur dengan instansi pemerintah untuk menginvestasikan sebanyak mungkin SDM agar memiliki kualitas yang baik,dan jumlah SDM merata di berbagai daerah.

“Tanpa tiga hal tersebut, masa depan kita semakin berat. Karena itu agar tantangan ringan maka kita harus siapkan SDM menjadi SDM unggul dan memiliki daya saing yang baik. Sehingga ekonomi kita bisa tumbuh secara produktif dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan, “ucap Hanif Dhakiri.

Semoga seminar bisa diciptakan pikiran cerdas dan ciptakan terobosan bagaimana membuat iklim ketenagakerjaan menjadi lebih baik dan mendorong inovasi yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi”,harap Hanif .

Selanutnya Direktur Polteknaker Retna Pertiwi juga menambahkan adanya digitalisasi dunia industri dalam situasi global revolusi industri 4.0, sangat dibutuhkan tenaga kerja yang responsif, memiliki ketrampilan, karakter, kreatif, kolaboratif dan kontributif terhadap perubahan tersebut.

Seminar ini dihadir juga Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, staf ahli Irianto Simbolon, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) yang juga mantan Menakertrans Bomer Pasaribu, Direktur PoltenakerRetna Pertiwi, Widyaiswara Sahat Sinurat, dan Direktur Pengupahan Direktur Adriana, serta Direktur Persyaratan Kerja Siti Junaedah.

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here