KabelKita Peringati Hari Sumpah Pemuda

0
64

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Hari Sumpah pemuda merupakan tonggak sejarah  penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 sudah membuat keputusan sebagai satu bangsa.

Dalam perjalanan kita sebagai bangsa sekarang ini, momen itu menjadi penting untuk terus diingat oleh semua anak bangsa.

KabelKita, sebagai anak bangsa yg hidup di tengah-tengah masyarakat urban membuat peringatan sumpah pemuda yang dikemas berupa pertunjukan Fragmen. Menampilkan warga masyarakat, juga aparat pemerintah di tingkat kecamatan Tanah Abang. Juga berbarengan dengan peringatan hari listrik nasional tanggal 27 Oktober.

Pembacaan Sumpah Pemuda akan dipandu oleh Camat Tanah Abang Dedi Arif Darsono dan akan dihadiri oleh Walikota Jakarta Pusat Dr. Bayu Meghantara, M. Si yang diwakili oleh Asisten Walikota Jakarta Pusat Fahmi.

Fahmi yang hadir pada acara mewakili Walikota Jakarta Pusat mengatakan bahwa “Acara ini sebenarnya merupakan gagasan yang luar biasa yang diinspirasi oleh Pak Roeslan sebagai Pendiri Yayasan KabelKita. Kenapa namanya KabelKita mengingatkan beliau tentang sejarah dan purna bakti dari PLN dimana dengan latar belakang, agama dan pengalaman Pak Roes ini bisa memberi manfaat untuk orang lain. Lewat Yayasannya beliau merangkul masyarakat melalui berbagai macam kegiatan seperti Taman Pendidikan Al Quran, Majelis Taklim yang semuanya itu sesuai dari visi Gubernur DKI Jakarta  bagaimana membangun kota Jakarta yang maju, lestari dan berbudaya dengan melibatkan warga masyarakat untuk mewujudkan keadilan dan keberadaban,” kata Fahmi kepada awak media disela-sela kegiatan Fragmen Peringatan Sumpah Pemuda Ke 90 di Balai Pelatihan Kesenian, Jl. KH. Mas Mansyur No. 130 A, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).

Fahmi juga sangat terkesan dengan peran aktif Yayasan KabelKita yangvdalam setiap kegiatannya mampu bekerja secara independen dan mandiri, minim campur tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama sekali tidak memberikan bantuan apapun kepada mereka Yayasan KabelKita kecuali menyediakan tempat yaitu Balai Pelatihan Kesenian. Semuanya diinisiasi sendiri oleh Yayasan KabelKita termasuk mereka mampu mengolah barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Artinya kami  sangat terkesan dengan kemandirian dari Yayasan KabelKita, mereka mampu bergerak secara aktif dan mandiri dengan minimnya campur tangannya kami dari Pemerintah,” tutur Fahmi.

Sementara di tempat yang sama,  Camat Tanah Abang Dedi Arief Darsono mengapresiasi kegiatan Fragmen Peringatan Sumpah Pemuda ke-9 yang diselenggarakan oleh Yayasan KabelKita terutama dalam rangka pemberdayaan generasi muda.

“Kita sangat mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Yayasan KabelKita pimpinan Bapak Roeslan yang dalam program kegiatannya tidak hanya fokus kepada pendidikan saja, tetapi mereka juga membina seluruh komponen masyarakat. Ada pameran, ada TPA nya, kemudian ada Majelis Taklimnya. Apalagi akan ditambah dengan adanya usaha yang digabung dengan program OK-OC nya Pemprov DKI. Jadi kegiatan ini sangat baik sekali, sangat positif terutama untuk masyarakat yang berdomisili di Jakarta Pusat,” kata Dedi.

“Melalui acara peringatan Sumpah Pemuda ini generasi muda bisa mengingat jasa-jasa para pahlawan, para pendahulu mereka. Lewat kegiatan yang digalang Yayasan KabelKita diharapkan para pemuda memiliki semangat dan motivasi untuk berkarya dan menyumbangkan pemikiran yang positif serta pro aktif dalam penyelesaian permasalahan bangsa,” tegas Dedi.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Muhammad Roeslan Yayasan KabelKita mengutarakan bahwa selain kegiatan seni panggung mereka juga fokus kepada pembinaan dan pemberdayaan para pemuda.

“Selain kegiatan di Panggung, KabelKita  menggelar berbagai karya dari para pemuda. Misalnya mengubah sampah menjadi barang yang bernilai secara estetika & mendatangkan keuntungan ekonomi. Juga dalam pengembangan sumber daya manusia, menyelenggarakan pelatihan & keterampilan,” jelas Roeslan.

Bagi Roeslan sendiri makna peringatan Sumpah Pemuda menjadi satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

“Momen peringatan Sumpah Pemuda sangat penting bagi semua komponen bangsa. Apalagi di tengah-tengah situasi yang penuh tantangan sekarang ini, salah satunya mudah diadu domba di antara anak bangsa. Kita jadikan peringatan Sumpah Pemuda ke-90 sebagai ikrar bagaimana bangsa dan negara ini didirikan,” pungkas Roeslan.(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here