Kementan Kerjasama Dengan BI Dan Pemprov Kepri Untuk Tingkatkan Ekspor Dan Tekan Inflasi

0
85

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalm kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau dan Pemerintah Daerah provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dalam upaya meningkatkan ekspor, dan pengendalian inflasi. Upava tersebut dilakukan melalui pengembangan sektor pertanian di Wilayah perbatasan Kepulauan Riau.

“Bersama Pemprov Kepri dan Bank ‘ndonesia, Kementa” juga akan melakukan verifikasi usaha pertanian yang dapat mendorong peningkatan investasi, ekspor pertanian, dan pengendalian inflasi,” terang Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatanganinya bersama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Raiza| Eka Putra  di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta pada Selasa (2/10).

Amran menjelaskan, dalam kerja sama in,i Kementan berperan dalam kebijakan pengembangan usaha pertanian, serta melakukan percepatan investasi dan ekspor komoditas pertanian. Selain itu, Kementan menyediakan data dan informasi mangenai produksi dan penawaran dan permintaan komoditas pertanian.Saat ini Kementan sedang menggenjot Produktivitas sektor pertanian dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. “Dalam upaya mencapai misi tersebut, Kementan tentu tidak hanya berfokus pada wilayah-wilayah yang sudah menjadi sentra prduksi pertanian, tapi juga  mengembangkan wilayah yang belum tergali potensinya. Salah satu wilayah suboptiml yang menjadi fokus Kernentan sekarang adalah Provinsi Kepri,” kata  Andi Amran.

Potensi pertanian di propinsi ini memang belum tergali secara maksimal. Hal ini tercermin dari kontribusi pertanian terhadap pendapatan daerah yang hanya sebesar 0.012 persen, relatif kecil dibandingkan kontribusi tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor pertambangan dan penggalian yang berkontribusi antara 14,3 hingga 39 persen.Tapi pembanguna” pertanian di KepuIaUan Riau perlu dikuatkan karena memiliki ni|ai strategipertama’ agribisnis pertanian memiliki potensi besar menmgkatkan penghasilan daerah. Karena  pangsa pasar yang ‘luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kedua’  kemandirian pangan harus di upayakan karena masa tertentu terjadi kekurangan pasokan produk  pertanlan darl luar daerah karena kondisi cuaca yang buruk.

Keetiga, pengembangan komoditas tertentu mampu mendukung pengmbangan” sektor” pariwisata, atau dengan kata lain pertanian berbasis pariwisata.

“Kepulauan Riau sendiri memiliki keIebihan tersendiri dalam perdagangan internasiona karena kawasan Batam, Bintan, dan Karimun masuk ke daIam kawasan free trade zone, yaitu kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. Kementan membidik Kabupaten Lingga untuk dikembangkan menjadi Kawasan Sentra Produksi Pertanian untuk memasok ke Kepulauan Kepri maupun untuk pasar internasional,” jelas Andi Amran.

Semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota Batam, Tanjungpinang, kabupaten Iain dan dari pendatang menyebabkan ketergantungan yang tinggi kebutuhan akan tanaman pangan dan hortikultura. Saat ini pasokan pangan dan hortikultura sangat terbatas dan dijual di pasar dengan harga yang tinggi dalam kondisi tertentu. Hal ini terjadi antara Iain disebabkan cuaca yang kurang baik, distribusi kurang lancar, maupun gagal panen yang terjadi di pulau Jawa/Sumatera.

Untuk pasokan kebutuhan internasional, Provinsi Kepri bisa menjadi hub untuk ekspor. Sa\ah satu negara yang berpotensi menjadi pasar produk pettanian Indonesia adalah Singapura yang setiap harinya membutuhkan 2.500 ton komoditas hortikultura. Se|ama ini, |ndonesia hanva bisa memasok 6 persen dari total kebutuhan mereka.

Mencermati potensi pasar dan kebijakan pengembangan hortikultura di Prop’msi Kepu‘auan Riau, peluang yang akan dikembangkan melalui kerja sama ini antara ‘ain budidaya tanaman pangan pokok.

Selaiin akselerasi ekspor pertanlan kerjasama  antara tiga lembaga,ini  di tunjuk untuk pengendalian inflasi. Salah satunya usaha bidang pertanian, khususnva komoditas  seperti beras, cabai dan bawang.

Keterlibatan Kantor Perwakilan Bank ‘ Indonesla Provinsi Kepulauan Ria, diharapkan dapat merumuskan dan menetapkan kebijkan pengembangan usaha berska|a mikro, kecil, dan menengah, khususnya untuk mendukung pengendilian  inf‘asi, Penggunaan layanan keuangan non tunai, dan akses keuangan di sektor penanian.

“Bank Indonesia juga akan melakukan kagiatan pengembangan sumber pembiayaan dalam rangka mendorong peningkatan usaha pertanian, serta melakukan edukasi keuangan terhadap pe|aku usaha tani dalam rangka meningkatkan akses keuangan,” ungkap Andi Amran.

Saat ini, pengendalian inflasi khususnya untuk sektor pangan cukup baik. terbukti pada bulan September lalu, Indonesia deflasi sebesar 0.18 persen dibandingkan bul‘an sebelumnya. Bank Indonesia menyebutkan deflasi bersumber dari koreksi harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Belakangan ini, harga tiga komoditas ini mengalami penurunan harga karena produks‘mya yang berlimpah. Untuk itu, Kementan sedang mengupayakan agar dag‘mg dan te|ur ayam ras, serta bawang merah lokal dapat terserap tidak hanya di pasar domestik, tapi juga pasar internasionaL“ Pungkas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

(Ria)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here