Kembali Berlakukan Program Repelita Dalam Merencanakan Perbaikan Semua Sektor

0
473

0Paperjakarta.co.id,Jakarta – Nina Krisnawati, SE,MM caleg DPR RI Dapil 2 DKI Jakarta dari Partai Berkarya yang memiliki banyak pengalaman bekerja puluhan tahun di bidang perbankan dan property.
Nina Krisnawati,SE,MM menyampaikan kepada Jurnalis paperjakarta.co.id, bahwa dulu di era kepemerintahan Presiden ke-2 kita, Bapak HM. Soeharto dikenal dengan adanya Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang menitikberatkan pada sektor-sektor yang menjadi fokus utama. Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan “pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri”, ucap Nina.

Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara bertahap dengan target yang jelas. Tidak heran pada repelita 1 s/d 3 lebih menitikberatkan pada sektor pertanian agar dikuatlan swasembada pangan, bila itu saja terus dijalankan maka Indonesia bisa menjadi negara yang memiliki masyarakat yang mandiri terhadap kebutuhan pokok pangan seperti beras, tidak ada istilah impor beras seperti saat ini. “Jauh dari kata Swasembada pangan, begitu juga dengan papan”,lanjut Nina .

Menurut Nina kebutuhan masyarakat terhadap papan (perumahan) belumlah bisa dikatakan swasembada papan karena masih banyak yang tinggal di taman mertua indah atau menyewa padahal saat Nina masih bergelut dibidang property sebagai General Manager melakukan survey via angket (questioner) yang dibagikan saat Pameran Expo Property, masih banyak masyarakat yang berpenghasilan rendah namun tidak bisa mempunyai kesempatan memiliki rumah sendiri. Dan saat ini pun masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah belum bisa tersalurkan keinginannya untuk memiliki rumah atau hunian milik sendiri.
Saat adanya kebijakan pembangunan apartemen bersubsidi bisa dikatakan merupakan angin segar untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah kemungkinan untuk bisa memiliki hunian akan terwujud namun pada pelaksanaannya tidak tepat sasaran yang membeli kebanyak justru orang-2 yang mampu dan membeli untuk invesasi dalam jumlah yang banyak untuk kemudian dijual kembali, tidak adanya aturan yang ketat dalam persyaratan peruntukan siapa yang bisa memiliki ini inilah yang menjadi tidak tepat sasaran. Sementara pengembang menjual karena memang pada saatnya penjualan apartemen bersubsidi sangat laku keras.
Untuk kedepan Nina yang menjabat sebagai Marketing Director di Perusahaan Swasta dan masih peran aktif terjun langsung dalam pembangunan hunian (property) sangat berharap adanya pemberlakuan kembali program REPILTA karena terbukti hasilnya mengagumkan dan untuk sektor papan atau pembangunan bisa mulai dititik beratkan khususnya pada daerah-daerah yang masih banyak terbuka lahan untuk pembangunan perumahan”,pungkas Nina .

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here