Penyusuaian Tarif Akan Resmi Berlaku Mulai 13 September 2018

0
21

 

PENYESUAIAN TARIF PPH PASAL 22 IMPOR AKAN RESMI BERLAKU MULAI 13 SEPTEMBER 2018 PUKUL 00.01

Paperjakarta.co.id,Jakarta (12/09) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan mulai memberlakukan penyesuaian tarif PPh pasal 22 pada 13 September 2018 pukul 00.01 WIB. Penyesuaian tarif ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 110/PMK.010/2018.

Plt. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Ambang Priyonggo menyatakan bahwa Bea Cukai siap untuk mendukung kebijakan pemerintah ini, “Sistem Bea Cukai yaitu Customs and Excise Information System (CEISA) yang terintegrasi melalui Indonesia National Single Window (INSW) ini telah siap untuk mulai mengimplementasikan kebijakan baru ini, sehingga penerapan kebijakan ini tidak akan ada hambatan” ungkap Ambang.

Ambang menambahkan bahwa penyesuaian tarif akan mulai diberlakukan terhadap dokumen pemberitahuan pabean (PIB) yang mendapatkan nomor pendaftaran di sistem Bea Cukai per tanggal 13 September 2018 pukul 00.01 WIB.

“Dokumen pemberitahuan pabean yang sudah diajukan hingga hari ini (12/09), sampai dengan pukul 24.00 WIB namun belum diselesaikan pembayarannya maka akan dikembalikan untuk dilakukan penyesuaian pembayaran PPh pasal 22 Impor. Importir akan diminta untuk memperbaiki data dokumen pemberitahuan pabeannya untuk nanti diajukan kembali dan mendapatkan nomor billing baru untuk melakukan pembayaran dengan tarif PPh pasal 22 Impor yang telah disesuaikan,” ujar Ambang.

Dalam aturan tersebut pemerintah melakukan penyesuaian tarif terhadap 1.147 pos tariff di antaranya:

  • 210 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 7,5% menjadi 10%. Termasuk dalam kategori ini adalah barang mewah seperti mobil CBU, dan motor besar;
  • 218 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5% menjadi 10%. Termasuk dalam kategori ini adalah seluruh barang konsumsi yang sebagian besar telah dapat diproduksi di dalam negeri seperti barang elektronik (dispenser air, pendingin ruangan, lampu), keperluan sehari hari seperti sabun, sampo. kosmetik, serta peralatan masak/dapur;719 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Termasuk dalam kategori ini seluruh barang yang digunakan dalam proses konsumsi dan keperluan lainnya. Contohnya bahan bangunan (keramik), ban, peralatan elektronik audio-visual (kabel, box speaker), dan produk tekstil (overcoat. polo shirt, swim wear).

Kebijakan ini diambil pemerintah sebagai langkah untuk mengendalikan defisit neraca perdagangan serta untuk melakukan pengendalian impor. “Pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi impor barang dan lebih menggalakkan penggunaan barang-barang dalam negeri,” pungkas Ambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here