Jalan Teguh Mencapai Cita – Cita Nasional Tanpa Penjajahan Gaya Baru

0
35

Paperjakarta.co.id, Jakarta – Rapat Akbar akan di gelar 7 Agustus 2018 pada hari selasa merupakan waktu yang ditentukan oleh panitia Rapat Akbar .

Bersatu untuk Indonesia melakukan konsolidasi lintas komponen dan “lintas generasi. Wilayah
Tugu Proklamasi menjadi sarana untuk berkumpulnya peserta dari lintas komponen, lintas
generasi yang akan hadir dari beberapa wilayah Indonesia.

7 Agustus 2018, Tugu Proklamasi adalah tanggal dan tempat yang dipilih oleh panitia Rapat Akbar bukan hanya dalam “trend politik” atau romantisme gerakan belaka.

07 Agustus 2018 adalah 73 tahun lalu 07 Agustus 1945 menjadi rangkaian penting menuju lndonesia merdeka. Sebagai wilayah yang terjajah dan berkehendak mencapai kemerdekaan serta kedaulatan bangsa menjadi semangat gerakan perlawanan penjajahan.

07 Agustus 1945 adalah Pembubaran BPUPKI menjadi PPKI. Peranan penting Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menghantarkan lndonesia sebagai bangsa Negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Peristiwa heroic pemuda merupakan rangkaian 17 Agustus 1945, dengan catatan sejarah peristiwa rengas dengklok serta situasi global ketika itu memberikan “peluang emas” Indonesia merdeka yaitu Nagasaki dan Hiroshima di bom atom oleh sekutu.

Dalam rangkaian persiapan panitia menghadirkan Rapat Akbar bersatu Untuk Indonesia pada tanggal 07 Agustus 2018 menjadi dasar korelasi tema yang telah ditentukan yaitu ‘. “JALAN TEGUH MENCAPAI CITA-CITA NASIONAL TANPA PENJAJAHAN GAYA BARU”.

Ketahanan Nasional yang semakin hari semakin lemah menjadi fokus perhatian yang tidak dapat diabaikan. Lemahnya Ketahanan Nasional berpengaruh terhadap sistim berbangsa dan bernegara, tersistematis dan terorganisir sistim Indonesia dilemahkan paska Amandemen UUD 1945.
Politik,ekonomi,budaya,hukum serta pertahanan keamanan. Proses tersebrt telah Menghantarkan krisis kewibawaan lembaga negara yang menghancurkan sendisendl persatuan nasronal.
Dampak ini telah memunculkan problematika yang kemudian dihadirkan dalam meluluhlantahkan persatuan nasional dengan menciptakan suatu fragmentasi yang kasat mata Pembelahan yang kemudian memposisikan setiap orang di negeri ini terpaksa untuk memilih mendukung atau menentang pemerintah yang berkuasa.

Untuk dapat keluar dari framing tersebut maka harus dibentuk sebuah tata kelola berpikir yang lebih obyektif sehingga kemudian setiap orang akan memiliki referensi dan panduan kebangsaan yang cukup baik dalam menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah.

Rapat Akbar Bersatu Untuk Indonesia adalah langkah konsolidasi untuk menghadapi keadaan dan situasi bangsa yang akan berkembang mengarah pada kelemahan kedaulatan rakyat terhadap sistim yang sudah pada titik rasa “Liberalistik’.

Ancaman geo-politik dan geo-ekonomi terhadap kedaulatan bangsa hari ini menjadi masalah yang sangat serius.

Berbagai kekuatan asing berlomba-lomba masuk, mempengaruhi dan kemudian menguasai semua potensi yang ada di indonesia. dengan “berbagai cara dan modus, kekuatan asing tersebut juga meremukkan fondasi berbangsa kita. Mereka memperlihatkan kekuatan agresifnya melalui kebijakan politik yang dilahirkan melalui sistim kekuasaan.

Perlahan tapi pasti, hal-hal prinsip kita dalam bernegara berbangsa dihancurkan. Mulai dari amandemen UUD yang menghapus prinsip kita sebagai Negara Kesatuan Republik lndonesia yang berkedaulatan rakyat dengan menempatkan Majelis Perwakilan Rakyat {MFR} menjadi lembaga tinggi sejajar dengan DPR Rl dan Eksekutif juga menghapuskan GBHN (Garis garis Besar Haluan Negara) yang menjadi haluan bagi siapapun pemerintahan yang berkuasa untuk mencapai tujuan bernegara. Dimana saat ini haluan negara ditentukan oleh visi misi capres/cawapres yang berkuasa. Sampai dengan posisi PANCASlLA dalam struktur hirark
negara dikaburkan. Untuk itu dalam hal : “Kedaulatan Negara serta menjaga perpecaha nasional”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here