Peneropongan Gerhana Bulan Total

0
148

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan peneropongan langsung Gerhana Bulan Total (GBT) pada Jumat _ Sabtu 27 28 Juli 2018, yang berlokasi di Dak Atap Gedung PP-IPI‘EK, TMII,

dimana rangkaian kegiatan ini akan dimulai dari pukul 21.00 WIB 05.00 WIB.

Gerhana Bulan Total (GBT) merupakan fenomena masuknya seluruh bagian bulan ke dalam bayangan bumi. Pada saat itu bulan akan berwarna merah yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Pada tanggal 28 Juli 2018, Indonesia, khususnya wilayah Jakarta, akan dapat mengamati fenomena ini dimulai pada pukul 00.14

WIB sampai 06.28 WIB dengan puncak gerhana pada pukul 02.30 04.13 WIB. Keistimewaan GBT ini terdapat 2 fenomena, yaitu Pertama, GBT ini merupakan

GBT terlama di abad 21 yang pernah terjadi sejak tahun 2001 sampai tahun 2100 mendatang dengan durasi puncak gerhana selama 103 menit. Kedua, terjadinya bulan
mini atau bulan mikro, dimana jarak bulan ketika gerhana ini terjadi masih dalam jarak
terjauh dengan bumi (apogee) sehingga bulan akan tampak lebih kecil dari biasanya.

GBT aman dilihat dengan mata telanjang, tetapi akan sangat menarik bila dilihat melalui teleskop, sehingga dapat melihat detik-detik gerhana yang lebih menakjubkan. Kegiatan peneropongan di PP-IPTEK akan menggunakan sebanyak 3 (tiga) unit

teropong dimana salah satunya dihubungkan dan ditampilkan ke televisi sehingga dapat disaksikan oleh seluruh pengunjung yang hadir pada saat itu. Selain menyaksikan peneropongan, ada juga Science Show, pemutaran film tentang gerhana, dan berkeliling galeri PP-IPTEK mencoba alat peraga sains interaktif yang lokasinya berdekatan dengan lokasi peneropongan.

PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda memiliki peran strategis
dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.
Dengan pelaksanaan peneropongan Gerhana Bulan Total ini diharapkan ketertarikan pelajar dan masyarakat terhadap fenomena sains khususnya terkait gerhana akan lebih meningkat.
(RILIS/RIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here