Peta Capres Pasca Pilkada Serentak

0
79

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Diskusi Public “Peta Capres Pasca Pilkada Serentak”, di Balai Sarwono Jakarta Selatan , Kamis (5/7/2018).
Karyono Wibowo Direktur IPI/ Pengamat dalam paparannya hasil survei membuktikan jauh beda Jokowi dan Prabowo. saat ini Pemilih cerdas meningkat, ujarnya.

Hasil Pilkada 2018 itu simetris.
Kemenangan di pilkada itu tidak bisa di prediksi di pemilihan presiden.
Hasil survei IPI dan Lembaga Survei yang lain Jokowi masih tinggi, tapi kita jangan membuat Jokowi “terlena , congkak,saya mengingatkan Jokowi karena saya sangat sayang”, ucapnya.
Sementara Eros Djarot (Budayawan/Pemikir Kebangsaan),
kita jangan mengukur dari Lembaga Survei, karena belum ada calon presiden sampai saat ini. Politik bisa berubah “gimana kalau bu Mega menyodorkan nama nama seperti mbak Puan, ini kan bisa berubah.
Intinya mari kita memberi semangat Jokowi untuk maju dan pola pola rakyat jangan di remehkan”, kata Eros.

Tahun 2018 tidak bergaris lurus dengan 2019. Jarak antara Jokowi dan Prabowo tidak begitu besar dan banyak pandangan di daerah Jokowi kurang memperhatikan tidak mengenah mMaayarakat bawah dan berpihak ke atas.
Pengalaman saya pada saat terpilih jadi Gubernur saya melanjutkan semua pembangunan sebelum saya, jangan pernah mengatakan kami mari kita berpikir kita adalah sama
Jgn fokus satu sisi kita ini Nasional satu kan bangsa untuk keutuhan negara kita”,kata Agustin Teras Narang mantan Gubernur Kalteng ini.

Dalam simulasi IPI 13 nama kandidat, Joko Widodo berada di posisi paling atas dengan 37%, Prabowo Subianto 31.3%, Agus Harimurti 2.7%; Anies Baswedan 2.2%, Gatot Nurmantyo 1.8 %, Ridwan Kamil 1, 6%, Ahmad Heryawan 1, 3%, Habib Rizieq Shihab 0, 9%, Sri Mulyani 0, 6%, TGB Zainul Majdi 0, 5%, Muhaimin Iskandar 0.2%, Romahurmuzy 0,1 %, Undecided 18, 9%.
(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here