Video Yang Diduga Mendiskriditkan Soeharto

0
50

 

Paperjakarta.co.id,Jakarta – Kuasa Hukum Ormas Cinta Soeharto (Citos), Fuadi Hartono mengatakan dengan tegas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghentikan beberapa unggahan video yang dinilai mendiskreditkan mantan Presiden RI, Soehartoselama 2 X 24 Jam.

Selain itu, CITOS juga meminta PSI untuk tidak memproduksi lagi video t

“Kami gak perlu PSI minta maaf, tapi jangan diulangi lagi,” katanya dibilangan Buncit, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Sebagai organisasi yang pencinta Soeharto, Citos mengaku sangat ingin mengilhami dan menjiwai Soeharto, mulai dari perilaku dan tindak tanduknya.

” Pak Harto, sifat-sifat beliau harus kita teladani, keteladanan, kesantunan, kelembutan dan ketegasannya,” katanya.

Sebagai partai baru, PSI seharusnya bersikap cerdas, santun, bertanggung jawab agar masyarakat memberikan simpati ke kader-kadernya, bukan malah menjatuhkan dan mendiskreditkan mantan presiden.

Pada kesempatan itu, dia memberikan saran kepada Partai PSI untuk lebih bijak dalam bersikap dan cerdas dalam berpolitik, sebab apabila PSI kembali memproduksi video yang berisi hujatan ke Soeharto, maka konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum.

“Gak usahlah bikin ujaran kebencian, nanti kena Undang-undang ITE (Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ) Pasal 28 Juncto Pasal 45 ayat (1) dan (2), sanksinya pidananya paling lama 6 tahun denda materil 1 milyar,” katanya.

“Apa mau istilahnya anggotanya terganjal. Hak politiknya habis, Sanksi materill ada 1 milyar, Kalo orang cerdas gak bakalan menghembuskan ini lagi,” katanya.

Dalam Pasal 28 itu berbunyi: “‎Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA”.

Ketentuan sanksi pidana Pasal 28 ayat (2) tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) berbunyi: “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat(2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.”

Sekedar informasi, sebelumnya, PSI mengunggah video dengan judul ‘Penindasan HAM di Era Orde Baru’ dan KKN Orde Baru di media sosial.

Pasalnya, dalam video itu, ada pemutarbalikan, pengkaburan, penyembunyian sejarah dan hanya menyudutkan Mantan Presiden RI, Soeharto dan keluarganya saja tanpa memberikan gambaran secara utuh.

Dari video KKN Orde Baru yang ada di laman Facebook PSIdisebutkan hanya orang-orang dekat Soehartoyang  menikmati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here