Lingkar Aksi Mahasiswa Indonesia Gelar Diskusi Mengupas Tuntas Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia

0
57
  1. Paperjakarta.com – Mengupas Tuntas Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
    Sejarah dan Ideologi Apakah Sudah Sesuai Dengan Cita-Cita Reformasi

Indonesia bangsa besar dengan mental kecil yang masih belum terbebas dari mentalitas kaum terjajah dengan kompleks rendah diri Dalam Amanat Presiden pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1957, Bung Karno mengingatkan perlunya bangsa Indonesia memerangi diri sendiri, “zelfoverwinning atas diri kita sendiri“, sehubungan dengan kecenderungan menurunnya kendaran nasional dan kekuatan jiwa nasional kita. Menurut dia,”KeIemahan jiwa kita ialah, kita kurang percaya diri kita sendiri sebagai bangsa sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang percaya percaya-mempunyai satu sama lain padahal kita ini asalnya ialah rakyat gotong-royong, kurang berjiwa gigih melainkan terlalu Iekas mau enak dan cari “gampangnya saja”, dan itu semua karma makin menipisnya “rasa harkat nasional” makin menipisnya rasa “national dignity” dan lebih parahnya makin menipisnya rasa bangga dan rasa hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri.

Selma 20 tahun era-reformasi kebebasan sebagai “hak negatif’ mengalami surplus. Namun kebebasan sebagai “hak positif” mengalami defisit”. Di satu sisi, ledakan kebebasan dari berbagai bentuk represi membangkitkan harapan takyat akan kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan sejahtera. Di sisi lain, kapasitas negara-bangsa untuk memenuhi ekspektasi itu dibatasi defisit jiwa merdeka, jiwa yang selalu merasa benar, dan jiwa tidak menerima kekalahan atau kesalahan,”move on” atas segala pertarungan membentuk negara di kalangan elite-elite politik dan elite-elite partai Dan pada akhirnya membuat energi nasional terkuras untuk mempertentangkan hal-hal remeh-temeh dengan keriuhan maneuver politik yang taputus dari persoalan rakyatnya.

Era-reformasi dalam menurunkan pemerintahan era- orde baru membawa tuntunan yang menyuarakan aspirasi seluruh rakyat Indonesia dengan tetap mempertahankan ideologi falsafah dasar negara yakni Pancasila dan tetap memperkuat Konstitusi Negara yakni UUD i945. Adapun tuntutan dan cita-cita ketika rcformasi itu adalah:

Adili Soeharto dan kroni-kroninya.
Laksanakan amandemen UUD 1945.
Hapuskan Dwi Fungsi ABRI.
Pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya.
Tegakkan supremasi hukum.
Ciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN. Lalu bagaimana ketika 20 tahun reformasi ini ada beberapa kalangan elite-elite pemerintahan dan elite-elite partai politik yang mencoba meronggong kehidupan bangsa ini dengan dihantamkan pada isu-isu sukmagama, rasial dan adat (SARA) yang tidak menciptakan toleransi di rakyat Indonesia ?,yang paling mendasar dalam hal ini adalah hadimya kelompok-kelompok yang tergabung dan menamakan diri Hizbut Tahrir Islam (HTI) dan pada tahapan perkembangan dalam menggalang anggota atau massa ternyata mendapat dukungan dan elite-elite pemerintah dan elite-elite partai politik di Indonesia.

Analisa yang didapatkm dari Situs berita online menceritakan sejarah hadirya HTI di Indonesia ialah : HTI masuk ke Indonesia pada 1983 oleh Abdurrahman Al-Baghdadi, seorang mubaligh sekaligus aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia. Ia memulainya dengan mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan.

Konstitusi Hizbus Tahrir secara sederhana menggunakan kata “Khilafah” dan “Negara” secara bergantian. Bangsa daIam konsep negara-negara bagi gerakan ini adalah “Islam” yang wilayahnya dinamakan sebagai (wilayah Islam)
Kehidupan bangsa lndonesia ini yang majemuk dan multikultoral tidak sesuai dengan ideologi dan paham yang diterapkan.

Peran negara pada hal ini hanya sampai pada batas melarang dan membubarkan HTI pada proses Pengaddilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mamutuskan mengesahkan pcmbubaran Hizbut Tahrir Islam (HTI).

Pemerintah secara resmi telah membubarkan HTI.SK HTI dengan nomor registrasi AHU-00282.60.10.2014 pada 2 juli 2014 itu dicabut kemenkumham pada rabu ,19 juli 2017.Dinyatakan oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham Fredy Haris sebagai tindak lanjut dari Perppu No.2 tahun 2017.

Sedangkan juru bicara HTl Ismail Yusanto menyatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan kuasa hukum mun Yusril lhza Mahendra untuk menentukan Iangkah hukum selanjutnya. Dan memastikan akan melakukan banding terhadap pencabutan SK ini untuk memperjuangkannya. Maka atas dasar itu kami selaku mahasiswa menyatakan sikap :

l. Mendesak semua partai politik untuk menjalankan agenda politik yang sehat sesuai dangan demokrasi Indonesia yang berasaskan Pancasila.

2. Mangajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia sebagai agent of control dalam masyarakat untuk memberikan sanksi sosial kepada 4 partai politik:PKS,GERINDRA,PAN,
PBB yang mendukung HTI

3. Menuntut 4 partai politik yang mendukung HTI untuk segera bertaubat atas nama Pancasila sebagai faisafah hidup bangsa indonesia.

4. Meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak mendukung segala bentuk agenda politik yang bertujuan memecah belah keutuhan bangsa Indonesia.

Demi menjaga keutuhan bangsa dan menjunjung tinggi agenda politik yang sehat serta dalam rangka mearilisasikan visi negara merderkaa, segenap elemen negara-bangsa khususnya semua partai politik dimana mengembangkan misi negara sebagaimana dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pertama, melindungi segenap bangsa lndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa.Keempat ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.

(Rilis/Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here