Perempuan Mau Hidup Sederhana Dan Bersih

0
36


Paperjakarta.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)RI menyelenggarakan seminar diruang sidang lantai 3 Gedung A , Senin ( 19/3/2018).
Penyelenggaraan seminar pada hari ini mengambil tema “Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”.

Tema ini diangkat dalam rangka memberikan inspirasi dan semangat kepada pegawai perempuan dan Dharmawanita di lingkungan Kemendikbud untuk berperan aktif dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai kementerian yang bebas dari korupsi.

Seminar ini diikuti oleh pejabat eselon I beserta isteri, perwakilan pegawai perempuan dari seluruh Unit Utama dan Pengurus serta anggota Dharmawanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan jumlah peserta 280 orang.

Sedangkan narasumber dan materi yang akan (dibahas pada hari ini adalah sebagai berikut:
1. Ibu Basaria Panjaitan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dengan materi “Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi”.

2. Bapak M. Nur Cholis Setiawan, Inspektur Jenderal Kementerian Agama dengan materi “Praktik baik Gerakkan Saya Perempuan Anti Korupsi di Kemenag”

3. Bapak Ade Irawan, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch dengan materi “Peran Masyarakat dalam mewujudkan keluarga anti korupsi”

4. Ibu Wida Muhadjir Effendy, Penasehat Dharmawanita Pusat Kemendikbud dengan materi “Peran Dharmawanita dalam mendukung pencegahan korupsi di lingkungan Kemendikbud”.

5. Sebagai moderator pada seminar hari ini adalah Ibu Karyaningsih Inspektur I Itjen Kemendikbud.

Ibu Basria Panjaitan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dalam kesempatannya mengatakan “Kami dari KPK mengajak para perempuan untuk berjuang memberantas korupsi. Jangan malah justru menjadi pelaku, perempuan mau hidup sederhana,dan disiplin “, ujar Basaria.

Basaria melanjutkan, ada berbagai hal yang bisa dilakukan perempuan dalam ikut berjuang memberantas korupsi. Tentunya sesuai dengan keberadaan masing-masing perempuan.
“Perempuan melakukan dengan cara pelayanan yang bersih atau penindakan dan penegakan hukum itu sendiri. Yang utama, sebagai penegak hukum kita harus bersih dahulu,” tegas Basaria.

(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here