BNPT Pertemukan Mantan Napiter Dengan Korban Dalam ” Satukan NKRI “

0
7


Paperjakarta.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuat terobosan brilian dalam memajukan program penanggulangan terorisme pada masa mendatang.

Program itu berupa program bertajuk Silaturahmi Kebangsaan (Satukan) NKRI yang menghadirkan para mantan narapidana (napi) terorisme dengan korban terorisme (penyintas).

Program itu adalah bagian dari upaya BNPT agar mantan napiter atau napi kasus terorisme dan penyintas dapat difasilitas sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yaitu menghadirkan negara kepada setiap elemen bangsa.
Kegiatan ini di hadiri Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius , MH , Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakhiri, Menteri Dikti M.Natsir, Mendikbud Muhajir Efendi, Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Koperasi Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Sekretaris utama BNPT Mayjen TNI Gautama Wiranegara saat memberi sambutan mengatakan “Semoga ini menjadi wadah untuk menyalurkan opini dan saran yang produktif kepada pemerintah. Masukan dari peserta pastinya cukup beragam sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektoral terutama di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu kami menghadirkan beberapa menteri terkait, Satukan NKRI,kata Mayjen TNI Gautama Wiranegara, di Hotel Borobudur, Selasa (28/2/2018).

Khusus untuk penyintas, BNPT sangat memahami bantuan medis, rehabilitasi psikologi, psikososial, kompensasi serta dukungan bagi keluarga yang meninggal dunia sangat dibutuhkan.
“BNPT akan terus berupaya agar revisi UU Terorisme tidak hanya mengakomodasi unsur penindakan dan pencegahan, namun juga mengakomodasi perspektif para penyintas”,lanjutnya.

Melalui silaturahmi inilah, tiga pilar utama kegiatan ini yakni mantan napiter, penyintas, dan media diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan saran-saran kepada pemerintah. Selama ini BNPT telah menghasilkan berbagai kemajuan, salah satunya terkait bidang koordinasi dengan 36 kementerian/lembaga.

Acara Satukan NKRI adalah upaya koordinasi tersebut. Koordinasi yang dilakukan mencakup bidang anggaran, pendidikan, jaminan sosial dan lain sebagainya.

Pada bidang anggaran, diharapkan bahwa masing-masing kementerian/lembaga terkait dapat menyediakan anggaran khusus untuk pembinaan mantan napiter dan penyintas.

Pada bidang pendidikan, BNPT telah menggandeng Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk merumuskan format pemberian dukungan beasiswa dan pendidikan keagamaan dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan masyarakat.

Di bidang pemenuhan kebutuhan sosial, BNPT bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Usaha Kecil dan Menengah dalam penguatan perekonomian, jaminan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Ini semua merupakan tanda bahwa negara menjamin hak asasi manusia seluruh elemen masyarakat terutama mantan napiter dan penyintas,” paparnya.

Acara Satukan NKRI dihadiri sebanyak 124 mantan napiter dan 51 penyintas, para peserta ini dibekali materi motivasi dengan menghadirkan motivator dan psikolog, Nanang Kosim Yusuf .
Sedangkan Dialog Kebangsaan diisi oleh prof Nasarudin Umar (Imam Besar Mesjid Istiqlal), Yudi Latif,Ph.D (Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila).
(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here