Indonesia Mampu Memberi Makan Kepada Bangsa Indonesia Tanpa Impor Beras

0
12


Paperjakarta.com – Menteri Pertanian mengajak semua eselon di lingkungan Kementerian Pertanian  untuk mensejahterakan bangsa Indonesia, dan mengentaskan kemiskian.

Saat acara “Seminar Wanita Tani Indonesia” di hadiri oleh Menteri Pertanian H. Andi Amran Sulaiman di Auditorium D  Kantor Kementerian Pertanian  Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

Menteri Pertanian H. Andi Amran Sulaiman saat wawancara dengan para awak media mengatakan ” Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memberi makan kepada bangsa Indonesia tanpa impor beras, ” akan mengikuti program utama Presiden Jokowi kepada rakyat Indonesia untuk mewujudkan swasembada beras selama 3 tahun”, katanya.

“Indonesia  hari tidak impor beras bahkan jagung, bawang merah dan cabai, berkat kinerja seluruh pegawai Kementerian Pertanian. Bawang merah impor pertama tahun 2014, hari ini kita ekspor ke 6 negara, begitupun dengan cabai, saya minta tolonh pak Dirjen Komunikasi dengan Menteri Sosial untuk mengentaskan kemiskinan ini, dimana mereka berada,” ujarnya.

Harga kebutuhan masyarakat tahun 2017 juga relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal inilah yang membedakan tahun ini, bahwa stabilitas harga bisa terwujud tanpa mengimpor empat komoditas strategis, yaitu beras, bawang merah, jagung, dan cabai.

” Tiga tahun kinerja Kementan kita sudah menyelesaikan 4 komoditas pokok, ini berkat kerjasa kita semua, untuk bawang merah bahkan kita sudah ekspor ke beberapa negara, sementara jagung, dan juga cabai segar stabil harganya bahkan kita juga telah ekspor.Saat ini stok beras di Bulog saat ini dalam status aman dengan jumlah 1,1 juta ton. Sementara itu stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) ada sebanyak 40-50ribu ton/hari”, jelasnya.

Saat media menyinggung harga barang di pasar mulai naik, Pak Menteri Amran Sulaiman menjawabnya “jangan dijadikan tradisi jelang Natal dan tahun baru harga naik. Saya himbau kepada para pedagang jangan lah main-mainkan harga karena produksi kita lebih dari cukup, kami sudah perhitungkan semua dari 3 bulan yang lalu,”

Untuk persoalan pangan yang terjadi saat ini itu  akibat bencana alam seperti banjir maupun kekeringan , kami telah melakukan beberapa antisipasi melalui program pompanisasi dengan membagikan pompa 40.000 unit per tahun.Dan untuk mengantisipasi musim kering  telah menginstruksikan pembangunan sumur dalam, sumur dangk, long storage serta membangun 30.000 embung bekerjasama dengan Kementerian Desa dan PDT. Selain itu 3 juta hektar irigasi tersier juga telah dibangun ,  untuk mengatasi kekeringan dan banjir itu sudah mengantisipasinya 3 tahun sebelumnya, seperti membagikan pompa di Bojonegorou”,pungkasnya.

(Dd-Ri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here