Film Kalase Menjadi Pemenang Pertama Dalam Festifal Film Pendek Maritim

0
12

Paperjakarta – Festival Film Pendek Kemaritiman, Kemenko Bidang Kemaritiman memutuskan film berjudul “Kalase” menjadi pemenang pertama.

Keputusan ini diumumkan dalam Malam Anugerah Budaya Maritim yang dilaksanakan di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Selasa malam (5/12/2017).

Sutradara Nur Rizky Hardy mengatakan,”sangat gembira dan tidak menyangka bahwa karya bersama timnya yang mengisahkan tentang kehidupan nelayan Pulau Hiri berhasil memenangi festival .
‘Walau sempat berputus asa di tengah jalan karena kendala teknis dan faktor biaya, bahkan saya sampai kejepit perahu pada saat pengambilan gambar, tapi kami akhirnya putuskan bahwa pembuatan film harus tetap berlanjut karena ada amanah dari masyarakat Pulau Hiri dalam cerita itu,” ujarnya usai menerima piala dari Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin.

Kisah di dalam film Kalase kehidupan perekonomian nelayan Pulau Hiri, Maluku Utara, merosot setelah pemerintah melarang penggunaan jaring kalase untuk menangkap ikan. “Kami ingin menjadi penengah antara pemerintah dan nelayan Pulau Hiri, apabila mereka dilarang menggunakan jaring kalase, tolonglah mereka diberikan alternatif alat tangkap lain agar mereka tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga,”pungkasnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy yang membuka malam Anugerah Budaya Maritim tersebut mengaku bangga dengan karya para sineas muda tersebut. “Saya sangat bangga dengan karya anak-anak kita, karena ini bukan pertama kalinya kita melaksanakan festival serupa, saya yakin dalam jangka panjang apabila mereka diberikan wadah untuk berkarya, mereka akan bisa sukses,” kata Mendikbud

Dengan kualitas cerita dan gambar yang dihasilkan oleh para finalis, saya optimis dimasa mendatang industri perfilman Indonesia akan mampu menempati ranking ke-3 setelah industri film Hollywood di Amerika Serikat dan Bollywood di India”, ucap Mendikbud.

“Kita memiliki kekayaan laut yang sangat besar, bahkan salah satu yang terbesar di dunia, tapi kalau kita tidak pandai merawat dan menjaganya, kita masih jadikan laut sebagai tempat sampah kita, maka keindahannya akan hancur “, ujar Mendikbud.

Menurut Mendikbud industri pariwisata sangat menjanjikan karena potensi migas Indonesia telah turun”, tàndas Mendikbud.

(Ddn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here