Peserta Konferensi Internasional Kesehatan Berkunjung Ke RSPAD Jakarta

0
8

International Committee of Military Medicine (ICMM) menyelenggarakan konferensi Internasional dan Table Top Exercise di hotel Borobudur tanggal 24 – 26 oktober 2017.
Peserta konferensi mengunjungi RSPAD di Jalan Abd.Rahman saleh Jakarta.

Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI yang juga sebagai Ketua Panitia penyelenggara Konferensi Internasional 2017 dan Ketua Organisasi International Committee Military Medicine (ICMM) mengatakan kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana penyakit dalam kemungkinan terburuk sekalipun. Untuk penanganan bencana darurat, RSPAD Gatot Soebroto secara maksimal telah memiliki fasilitas penanganan bencana darurat diantaranya” ruang pandemi dengan tekanan kamar negative, untuk penanganan pasien yang mengidap virus H1N1 flu burung dan MersCov, Chamber CBRN (Chemical, Biology, Radiation dan Nuclear) yang merupakan kamar dekomtaminasi, untuk pasien dengan radiasi nuklir atau senjata biologi, Digital Subtraction Angiography (DSA) yang berfungsi untuk melihat kelainan pembuluh darah otak sumbatan dan aneurisma”, kata Dr Terawan saat jumpa pers di RSPAD Jakarta , Selasa (24/10).

DI tempat yang sama Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, mengatakan bahwa TNI tidak terlalu khawatir pandemi yang natural, tetapi salah satu ancaman yang dikhawatirkan TNI adalah pandemi buatan yang digunakan sebagai senjata biologis , seperti ancaman kesehatan buatan virus yang dimasukkan ke dalam sebuah tabung reaksi, lalu virus tersebut dimasukkan dalam satu wadah es krim dan dipecahkan di dalam tempat menonton film sehingga akan menyebar kemana mana hingga 1.000 orang akan kena dampaknya. Kegiatan konferensi internasional tahun 2017 ini dengan dihadiri 50 negara dari 100 peserta luar negeri dan 13 organisasi internasional ini sepenuhnya dibiayai oleh WHO dan untuk pertama kali dipercayakan penyelengaraanya kepada TNI.
“Tujuan konferensi ini untuk langkah strategis ke depan, sebab isu keamanan baik energi maupun siber merupakan pembahasan yang penting,.Indonesia dijadikan model untuk kerja sama sipil dan militer dalam menghadapi bencana kemanusiaan.
“Keterlibatan TNI tidak hanya di tingkat respons, namun juga di tingkat deteksi dan pencegahan,” jelas Ben Yura.

Para peserta konferensi berkesempatan meninjau fasilitas RSPAD yang memiliki fasilita rawat inap , ruang mendaftar para pasien,ruang UGD, ruang operasi, radiologi, ICU, poliklinik, dan laboratorium serta apotik

Sasaran konferensi ini adalah menyusun prinsip prinsip penuntun ( Guiding Principles) untuk kolaborasi kegiatan yaitu menegakkan prinsip penuntun dalam kerangka kolaborasi.

(Ddn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here