Menggunakan Ijazah Palsu Untuk Meraih Kekuasaan

0
15

Paperjakarta.com -Penggunaan ijasah
palsu Eltinus Omeleng, menjadi cermin betapa carut marutnya dunia pendidikan kita. Ijasah yang seharusnya menjadi bukti otentik terkait pendidikan seseorang, dipalsukan untuk meraih kekuasaan.
Pelanggaran hukum Bupati Mimika, seharusnya segera ditindak lanjuti oleh Mendagri, dengan mencopot dari jabatan strategis tersebut. Menurut ketentuan Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP), Eltinus Omeleng, bisa dijerat dengan pasal 263 KUHP, khususnya pada ketentuan ayat 2, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Menurut pengamat pendidikan Nugroho Suryo Waseso ,praktik penggunaan ijasah palsu oleh kepala daerah dapat membuka peluang timbulnya kejahatan lain dalam birokrasi, ketika pejabat yang bersangkutan tersebut terpilih.

“Penggunaan ijasah palsu oleh Bupati Mimika, merupakan bentuk kejahatan yang tidak bisa dianggap remeh. Sangat dimungkinkan, si bupati akan melakukan kejahatan-kejahatan dalam bentuk lain, di lingkungan birokrasi yang dipimpinnya. Namun yang sudah pasti, mental koruptif melekat pada diri yang bersangkutan.

Ini warning bagi Mendagri untuk segera mengambil langkah dan sikap tegas, mencopot Eltinus. Apalagi salinan keputusan MA terkait hal tersebut sudah keluar. Mendagri harus merealisasikan keputusan MA tersebut,”kata Nugroho.

DPRD Mimika telah membentuk Pansus Hak Angket terkait dugaan penggunaan ijaxah yang tugasnya adalah melakukan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2014 – 2019.
Dari penyelidikan Pansus Hak Angket tersebut terungkap, ijazah SMP Eltinus Omaleng dengan Nomor Seri : OA ob 0074657 tahun 1991, yang dikeluarkan oleh SLTP Negeri 9 Jayapura, dimana yang menanda tangani ijazah dimaksud adalah Dra. Yuyun Nariah, dimana dugaan sementara waktu itu, bahwasanya di duga Eltinus Omaleng bersekolahnya di SMP Yayasan Pendidikan 45, namun saat mengikuti ujian digabungkan dengan SMA Negeri 9 Jayapura.

Hasii penyelidikan Pansus Hak Angket DPRD Mimika yang berkunjung langsung dan berjumpa dengan Kepala Tata Usaha Yayasan Pendidikan 45 Jayapura pada 29 September 2016 di dapati keterangan dan informasi yang menunjukkan jelas bahwa ijazah SMP yang digunakan Eltinus Omaleng patut di duga adalah palsu atau di palsukan dengan mencatut nama sekolah dimaksud.

Terkait dugaan penggunaan ijasah palsu oleh Bupati Mimika, DPRD Mimika telah membentuk Pansus Hak Angket yang tugasnya adalah melakukan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2014 – 2019.

Dari hasil penyelidikan Pansus Hak Angket DPRD Mimika yang berkunjung langsung dan berjumpa dengan Kepala Tata Usaha Yayasan Pendidikan 45 Jayapura pada 29 September 2016 di dapati keterangan dan informasi yang menunjukkan jelas bahwa ijazah SMP yang digunakan Eltinus Omaleng patut di duga adalah palsu atau di palsukan dengan mencatut nama sekolah dimaksud.

Terkait dugaan penggunaan ijasah palsu oleh Bupati Mimika, DPRD Mimika telah membentuk Pansus Hak Angket yang tugasnya adalah melakukan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2014 – 2019.

Dalam jawaban tertulisnya melalui surat Nomor : 421.3/101a/2016 tertanggal 1 Oktober 2016, Kepala Sekolah SMP Yayasan Pendidikan 45 Jayapura, Sdr. Langgau, S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa Eltinus Omaleng tidak pernah bersekolah di SMP Negeri 9 Jayapura, dan bila melihat tahun kelulusan di ijazah yang mencantumkan tahun 1991, padahal tahun 1991 itu SMP tersebut belum ada.

Sementara itu, Kepsek SMP Yayasan Pendidikan 45 juga mengungkap kepalsuan lainnya dari ijazah yang digunakan Eltinus Omaleng untuk mendaftar adalah soal nama Kepala Sekolah yang menanda tangani Ijazah dimaksud.(Ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here